Pupuk NASA untuk kelapa sawit

Merupakan bukti jika pupuk NASA cocok untuk meningkatkan produktifitas kelapa sawit.

Silahkan dibuktikan…

Ditunggu chatnya…WA/TELEGRAM_085702277528

#pupuknasa #nasauntuksawit #teknologinasa #pupukorganik #budidayasawit

Advertisements

STRATEGI PENINGKATAN SERAPAN HARA

Anggaran biaya yang dialokasikan untuk  kegiatan pemupukan maupun pembelian material pupuk merupakan  anggaran yang paling besar menghabiskan anggaran operasional untuk tanaman. 60%-70 % anggaran kebun digunakan untuk kegiatan ini. Pertanyaan yang paling mendasar dan penting untuk kita jawab adalah, berapa banyak material pupuk tersebut yang tidak dapat diserap oleh tanaman, dengan kata lain hilang percuma dan tidak dapat diserap oleh tanaman akibat kondisi fisik dan kimia tanah perkebunan yang semakin buruk.

Bertambahnya dosis pemupukan setiap tahun, sesungguhnya bukan hanya dipengaruhi oleh faktor bertambahnya usia tanaman, tetapi juga disebabkan oleh terjadinya inefisiensi serapan hara oleh tanaman,dan hal ini belum dilakukan penelitian secara khusus dan belum ada data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penghematan dalam kegiatan pemupukan.

Sebagai sebuah ilustrasi,jika saja terjadi peningkatan efisiensi serapan dapat menekan penggunaan bahan material pupuk sebesar 20 % saja pertahun berarti untuk 1 estate seluas 10.000 Ha akan di peroleh penghematan sebesar  + 14 milyar pertahun (asumsi biaya pupuk 7 juta per/ha/tahun). Dengan demikian, Persepsi yang harus dikembangkan saat ini adalah penghematan biaya pupuk perlu dilakukan secara sistematis dan terorganisir dengan baik dan melibatkan seluruh level, ulai dari level karyawan pekerja, hingga level pengambil keputusan .

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai dasar-dasar ilmu kesuburan tanaman sebagai acuan dalam memahami karakteristik tanaman yang berkaitan erat dengan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman, dan dalam tulisan ini juga menguraikan faktor-faktor utama yang bersifat alami yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia maupun faktor alami yang bisa dikendalikan oleh manusia yang berhubungan erat dengan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Dalam tulisan ini juga akan membahas tentang strategi dan teknik untuk meningkatkan serapan hara oleh  tanaman.

Definisi Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses perubahan yang sangat kompleks yang dipengaruhi faktor internal maupun faktor eksternal. Secara sederhana pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai suatu proses vital  yang menyebabkan perubahan baik meliputi perubahan ukuran, bentuk, berat dan volume. Pertumbuhan tanaman setidaknya terdiri atas beberapa fase,diantaranya yaitu (1) Fase pembentukan sel, (2) Fase perpanjangan dan pembesaran sel,(3) Fase diferensial sel. Semua fase dan proses pertumbuhan tanaman dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor pertumbuhan.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Tanaman

Faktor genetis

Faktor genetis merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Sifat-sifat unggul maupun sifat sebaliknya  umumnya diturunkan dari generasi sebelumnya, namun sifat-sifat unggul akan terganggu atau tidak muncul jika ada faktor eksternal yang dominan sehingga mempengaruhi kondisi perkembangan tanaman, misalnya faktor ketersedian air atau suhu ekstrim.

Ketersediaan Air

Air merupakan syarat utama terjadinya  metabolisme pada kegiatan seluruh makhluk hidup, Ketidaktersediaan air akan direspon oleh tanaman dengan secara visual, yaitu warna daun akan menguning dan pada sebagian tanaman tahunan akan merespon dengan cara menggugurkan daun untuk bertahan hidup, proses pembentukkan daun,bunga,tunas maupun buah akan terganggu jika tanaman mengalami kekurangan air.
Ketersediaan Unsur Hara

Ketersediaan unsur hara/makanan yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Ketersediaan hara tidak hanya meliputi jumlah saja ,namun juga meliputi komposisi unsur hara yang tersedia didalam tanah maupun unsur hara yang berasal dari luar yaitu berupa pemberian pupuk hara makro maupun mikro.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari memegang peranan yang vital untuk kelangsungan fisiologis tanaman, terutama fotosintesis,respirasi dan transpirasi tanaman. Keberlangsungan fotosintesis berkorelasi positif dengan keberadaan stomata. Jika intensitas cahaya meningkat,jumlah stomatapun cenderung meningkat, tetapi peningkatan tertsebut lebih dikarenakan semakin kecilnya ukuran sel-sel epidermis sehingga jarak antar stomata menjadi lebih dekat. 

Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan merupakan senyawa-senyawa dalam jumlah yang kecil yang turut mengatur proses pertumbuhan. Umumnya hormon pertumbuhan yang dikenal saat ini adalah Hormon Auxin, Hormon Giberelin dan Hormon Sitokinin. Hormon Auxin berfungsi mematahkan dormansi biji dan merangsang proses perkecambahan biji, dan juga merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya buanga dan buah. Hormon giberelin merangsang pertumbuhan tanaman,sehingga tanaman terhindar dari kerdil, hormon giberelin juga memacu proses  perkecambahan biji, salah satu efek hormon giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase, dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radicula (akar) yang akan mendobrak endosperm,kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.

Oksigen

Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi tanaman guna menghasilkan energi untuk proses pertumbuhan tanaman.

Suhu Udara

Suhu udara merupakan faktor lingkungan yang cukup mempengaruhi fisiologis tanaman. Suhu udara akan mempengaruhi kandungan air pada tubuh tanaman. Secara umum kisaran suhu untuk dapat terjadinya proses pertumbuhan antara 40C hingga 450C dan suhu optimumnya antara 28 0C hingga 33 0C.

Starategi Meningkatkan Efisiensi Serapan Hara Tanaman

Konsisten terhadap jadwal aplikasi pemupukan, dengan tetap berdasarkan 4T, tepat dosis,tepat cara , tepat waktu, tepat Jenis.
Hasil Analisa tanah dan analisa daun, harus dijadikan acuan dan rekomendasi dalam menentukan dosis kebutuhan setiap tanaman 

Pengunaan pupuk yang berimbang harus dilakukan,  yaitu antara pemberian pupuk Makro, Mikro serta pemberian hormon juga tetap diberikan,guna memenuhi ketersedian hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pengurangan penggunaan pupuk makro (kimia) antara 25 % hingga 50% secara bertahap perlu dilakukan dan selanjutnya penggunaan pupuk organik menjadi langkah alternatif solusi dan dibeberapa hasil uji coba dilapangan menunjukan hasil yang signifikan bahwa penggunaan pupuk oraganik dan pengurangan pupuk makro dapat meningkatkan hasil produksi dan bahkan bisa mencapai potensial produksi.

Berdasarkan pertimbangan ketersediaan tenaga kerja dan ketersediaan pupuk tunggal yang  tidak selalu tersedia, maka sebaiknya penggunaan pupuk majemuk menjadi alternatif dengan diikuti penggunaan pupuk organik yang mengandung unsur hara mikro dan hormon pertumbuhan.

Penggunaan Pupuk Organik Nasa, Pupuk Supernasa Granule dengan dosis 50 Kg/Ha atau setara dengan 350 gram/pohon dan Pupuk Power Nutrition dengan dosis 3 Kg/Ha atau setara dengan 25 gram/pohon. Pemberian pupuk organik Nasa minimal diberikan 2 kali dalam setahun. Cara aplikasi yang terbaik adalah dengan dibenamkan ke tanah, dengan cara membuat minimal 4  lubang di sekitar 3-4 meter dari batang tanaman sawit, namun jika tidak memungkinkan dapat juga ditabur seperti biasa yang sering dilakukan.

Pemberian Dolomit dengan dosis 2 Kg/pohon diberikan sebaiknya 3 atau 4 pekan sebelum aplikasi pupuk anorganik maupun pupuk organik Nasa , adapun  diaplikasikan dolomit sebaiknya dilakukan  2 kali dalam setahun.

Ingin menggunakan pupuk nasa? #konsultasi_WA_TELEGRAM_085702277528

#nasa_agro_techno_2017 #hemat_biaya #pupukorganik #pupuknasa #jualpupuknasa #hargapupuknasa

HORMONIK, Hormon Organik

Ada tiga hormon yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman dalam proses pertumbuhanya, yaitu: Auksin, Giberelin dan Sitokinin. Apabila tanaman kekurangan salah satu hormon tersebut maka pertumbuhanya akan terganggu. Tanaman bisa menjadi kerdil (pertumbuhan lambat), pertumbuhan akar kurang sempurna, umbi sedikit dan kecil, bunga dan buah mudah rontok. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi produksi tanaman itu sendiri. Untuk itu keberadaan hormon sangatlah penting. Sekarang telah bayak di pasaran hormon yang umumnya bersifat anorganik/kimia. Walau dirasakan manfaatnya tapi karena sifatnya yang sintetik/kimia tentu cenderung sukar terurai oleh alam, sehingga dalam pemakaian jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman maupun lingkunganya. Untuk menjawab tantangan itu, maka PT. Natural Nusantara mengeluarkan produk Hormon yang bersifat berbahan organik, dengan nama HORMONIK. Hormon yang terkandung dalam HORMONIK adalah:

  1. Auksin,

    hormon ini dalam tumbuhan sebagai indol 3-asetat (IAA)

    yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi hormon ini untuk perbesaran dan diferesiensi sel, peningkatan respirasi tanaman, merangsang sistem RNA, protein dan enzim. Auksin sangat berperan pada pembentukan jaringan pada masa vegetatif.

  2. Giberelin,

    hormom ini mendorong pertumbuhan/pemanjangan tubuh tanaman (akar dan batang), merangsang pembungaan, menormalkan pertumbuhan tanaman kerdil. Hormon ini bekerja secara saling membantu dengan hormon lain (sinergis) seperti hormon auksin. Dapat juga memacu pertumbuhan tanaman yang terhambat karena penyakit.

  3. Sitokinin,

    fungsi hormon ini untuk pembesaran dan diferesiensi sel, menghalangi ketuaan, mengarahkan aliran asam amino dan zat makanan ke seluruh tubuh bagian tanaman dengan konsentrasi sitokinin tinggi.

Secara umum, manfaat HORMONIK bagi tanaman untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, akar, memperbanyak dan memperbear umbi, mengurangi kerontokan bunga dan buah serta memperbanyak dan memperbesar buah. Dibanding hormon kimia, HORMONIK mempunyai kisaran dosis lebih lebar, sehingga jika kelebihan tidak membahayakan tanaman, mudah terurai oleh alam dan aman bagi manusia dan lingkungan. Catatan: HORMONIK akan lebih efektif jika pemakaianya dicampur dengan POC NASA kurang lebih 1 tutup HARMONIK dan kurang lebih 4 tutup NASA per tangki.

Natural Glio solusi jamur akar


Natural GLIO Solusi JAP (Jamur Akar Putih) Sawit , Karet , jamur BPB dan semua penyakit jamur dari bawaan tanah.

Natural GLIO telah lulus uji mutu bahan dan uji efektivitas

Natural GLIO bersertifikat resmi dari Komisi Pestisida Nasional

Natural GLIO praktis penggunaa  dan aman bagi lingkungan hidup

#naturalglio #glio #jap #jamurakarputih #sawit #karet #ptnasa #ptnaturalnusantara

#Konsultasi_085702277528

#NasaAgroTechno2017

Dibutuhkan agen dan distributor

#Dibutuhkan :
Mitra / Agen / Distributor Resmi Pupuk Organik PT.Natural Nusantara (NASA)
untuk jalur distribusi ke setiap daerah.

image

image

image

Pupuk Organik untuk segala jenis budidaya tanaman pertanian, perkebunan, perikanan & peternakan.

Ada order minimal untuk Free / Gratis ongkir ke seluruh wilayah.

– Jawa order minimal 2jt.
– Luar Jawa order minimal 2,5jt.
( Hanya khusus harga distributor )
( Bonus  komplit, mulai dari brosur,buku2 panduan & CD utk pengetahuan + teknis  budidaya pertanian, perkebunan, peternakan )

Support konsultasi free selamanya & harus siap di bimbing sampai berhasil.

Fast respond Info bisa Hubungi kami via inbox.
#Tlf_Sms_WA_Telegram_085702277528

Pupuk Organik Cair NASA

Levelling off (tingkat produksi yang sulit naik lagi) bahkan penurunan produksi pertanian di Indonesia diantaranya disebabkan oleh pengerasan lahan (kerusakan tanah), penggunaan pupuk kimia yang tidak terkendali dan bijaksana, kekurangan unsur mikro, kekurangan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) serta serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi yang demikian akan menghambat pertanian yang produktif (bobot panen tinggi), berkualitas (mutu panen:rasa, aroma, warna, ketahanan penyimpanan, kandungan kimia) dan lestari, berkelanjutan (lingkungan tidak rusak). Berpijak pada itu semua maka Pupuk Organik Cair “POC NASA” diproduksi.

image

POC NASA merupakan bahan organik murni berbentuk cair dari limbah terna dan unggas, limbah alam dan tanaman, beberapa jenis tanaman tertentu serta “bumbu-bumbu/zat-zat alami tertentu” yang diproses secara alamiah dengan konsep “ZERO EMISION CONCEPT”.

POC NASA berfungsi Multiguna, yaitu selain terutama dipergunakan untuk semua jenis tanaman pangan (padi, palawija, dll), horti (sayuran, buah, bunga) dan tahunan (coklat, kelapa sawit, karet, dll) juga untuk ternak/unggas dan ikan/udang. Kandungan unsur hara mikro dalam satu liter POC NASA ber-angsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras serta melarutkan SP-36 dengan cepat, Kandungan Hormon/Zat Pengatur Tumbuh (Auksin, Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, perbanyakan ubi, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bungan dan buah. Aroma khas POC NASA akan mengurangi serangan hama (insect). POC NASA akan memacu perbanyakan pembentukan senyawa polyfenol untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Jika serangan hama penyakit melebihi ambang batas pestisida tetap digunakan secara bijaksana (POC NASA hanya mengurangi serangan hama penyakit, bukan untuk menghilangkan sama sekali).

POC NASA mempercepat dan memperbanyak pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan/udang dan menetralkan/mengikat senyawa berbahaya dalam perairan kolam/tambak. Pencampuran dengan pakan ikan/udang akan memperkaya kandungan mineral, protein, lemak nabati dan vitamin yang dibutuhkan ikan/udang.

POC NASA juga memberikan mineral-mineral, protein, lemak nabati dan vitamin untuk meningkatkan bobot ternak/unggas, menambah nafsu makn ternak/unggas dan menurunkan tingkat kematian. POC NASA berperan juga untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam daging unggas serta mengurangi kadar amoniak pada kotoran unggas sehingga akan mengurangi bau tak sedap dari kotoran unggas.

Catatan: walaupun POC NASA sudah mengandung hormon, namun untuk hasil yang lebih optimal sangat bagus jika dipadukan dengan HORMONIK.