Penyebab Tanaman Tak Mau Berbuah

Menanam tanaman buah di pekarangan rumah memang menyenangkan, selain membuat udara sekitar bertambah sejuk hasilnya pun dapat kita konsumsi atau jual untuk tambahan penghasilan. Namun apa jadinya kalau tanaman mogok berbuah? Tentu saja hasil yang kita harap-harapkan tak akan kunjung tiba.

1453447423

Nah, sebelum mencari tahu penyebab tanaman enggan berbuah ada baiknya kita ketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu tanaman agar dapat menghasilkan buah sesuai dengan yang diharapkan.

Syarat Tanaman Agar Cepat Berbuah

1. Sifat tanaman harus sudah kita kenal betul, apakah bibit yang kita tanam memang merupakan bibit tanaman unggul yang mampu berbunga. Artinya, bibit tanaman tersebut bukan merupakan bibit keturunan tanaman mandul.

2. Makro-klimat tanaman terpenuhi. Artinya, lingkungan tempat tumbuh tanaman harus memenuhi syarat, baik iklim, tinggi tempat, unsur hara, curah hujan, maupun sinar matahari. Unsur hara yang paling berperanan dalam proses pembungaan adalah unsur P (phosfor), oleh karena itu unsur ini harus betul-betul tersedia.

3. Mikro-klimat tanaman terpenuhi. Lingkungan di sekitar tanaman sehat dan memenuhi syarat hidup tanaman. Yang termasuk mikro-klimat antara lain keadaan kebun, keadaan air tanah, suhu, kelembapan udara, dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit.

4. Keadaan tanaman harus sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit.

Setelah kita yakin benar bahwa tanaman buah-buahan kita telah memenuhi syarat-syarat di atas, maka kita bisa segera melakukan berbagai perlakuan untuk mempercepat terjadinya pembuahan. Misalnya dengan melakukan pemangkasan, pelukaan batang, pengairan, pemberian hormon, dan sebagainya. Tentu saja bibit yang kita tanam pun harus merupakan bibit hasil perbanyakan secara vegetatif (seperti: cangkokan, okulasi, stek dll).

Kegagalan Tanaman untuk Berbuah

Apabila ternyata tanaman yang kita miliki belum juga berbuah, tentu ada penyebab lain di luar syarat-syarat tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tanaman mogok atau gagal berbuah, yaitu:

1. Tanaman memang belum mencapai batas umur untuk berbuah. Batas umur untuk berbuah ini bergantung pada jenis tanaman itu sendiri.

2. Pemupukan dengan pupuk N (nitrogen) terlalu berlebihan, sehingga tanaman masih tumbuh terlalu lebat dan terlalu rimbun. Tajuk tanaman kurang mendapat cahaya matahari sehingga proses fotosintesis kurang menghasilkan karbohidrat, akibatnya penimpunan karbohidrat pun tidak maksimum sehingga bunga yang terbentuk sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

3. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang bunganya hanya bisa menjadi buah apabila ada pohon berbunga jantan yang tumbuh di dekatnya (misalnya pohon wuni, rukem, dan sebagainya).

4. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang berbuah bila bunganya mendapat sari bunga dari pohon yang sejenis, misalnya beberapa jenis pohon alpukat.

5. Tanaman menjadi mandul karena terjadinya mutasi gen.

6. Masaknya bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan waktunya. Akibatnya, sebelum terjadi pembuahan salah satu bunga telah gugur. Misalnya pada pohon kelapa.

7. Apabila tanaman buah-buahan kita telah berbunga lebat, tetapi pada akhirnya buah yang dinantikan tak juga kunjung muncul, ini dapat disebabkan oleh gugurnya bunga karena:

– kurangnya nitrogen dalam tanah,

– kurangnya air dalam tanah,

– batang bawah bibit hasil okulasi yang kurang baik,

– dan adanya serangan hama dan penyakit,

– hujan yang terlalu deras, angin yang terlalu kencang, kemarau yang panjang, dan sebagainya,

– penyemprotan pupuk daun dan power nutrition yang tidak tepat waktunya. Dalam hal ini adalah penyemprotan yang dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Jadi sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Pemberian Power Nutrition pada saat bunga belum muncul minimal 2 bulan sebelum tanaman berbunga.

1328076063132807288013280755681328074010

Usaha Penanggulangan

Bila ternyata tanaman buah-buahan yang kita miliki tidak memenuhi syarat tanaman agar menghasilkan buah, sebaiknya kita segera melakukan usaha-usaha demi mengatasi hal-hal yang menjadi penyebab tanaman ngadat, tidak mau berbuah. Misalnya, tanaman buah-buahan yang telah kita tanam itu tidak sesuai dengan lingkungannya, iklim tidak cocok, curah hujan tidak sesuai, dan lain sebagainya, maka mau tidak mau tanaman tersebut harus dibongkar dan diganti dengan tanaman buah-buahan lain yang lebih sesuai dengan keadaan lingkungan.

Apabila tanaman milik kita termasuk jenis yang tidak menyukai banyak air, misalnya mangga, jambu biji, jambu monyet, maka jalan yang harus kita lakukan adalah mengadakan pembuangan air yang menggenanginya. Hal ini bisa kita laksanakan dengan membuat saluran yang cukup dalam di sekitar tanaman, sehingga bila turun hujan deras air tidak sampai tergenang.

Tanaman yang tumbuh terlalu subur dengan daun-daun yang lebat dan rimbun sebaiknya segera dipangkas dan dikurangi, terutama ranting yang membalik ke arah batang, begitu pula ranting yang tumbuh bersilangan. Sedangkan untuk mengurangi kesuburannya, bisa kita lakukan dengan jalan membuang kulit batang selebar lebih kurang 1 cm di sekeliling batang. Selain itu ada cara lain yang bisa kita lakukan, yaitu dengan memangkas sebagian akar. Ujung-ujung akar bisa dipotong dengan menggunakan singkup atau cangkul. Yang harus diperhatikan adalah bahwa akar-akar yang dipotong jangan sampai terlalu banyak, karena dikhawatirkan tanaman malah akan mati.

Untuk pangkal bawah yang kurang bagus, meskipun tanaman telah tumbuh baik tetapi bagaimanapun juga tanaman itu tetap harus dibongkar dan diganti dengan jenis pohon yang lebih cocok serta sesuai dengan batang atas. Begitu pula bila tanaman terserang hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gugurnya bunga dan bakal buah. Masalah tersebut harus segera ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti penyemprotan insektisida, penyuntikan, dan sebagainya.

Iklan

Meningkatkan panen padi hingga dua kalilipat

Saat ini, jika dilihat tanah di sawah tidak subur seperti dahulu. Walaupun tanah di sawah diberikan berbagai pupuk kimia dalam jumlah besar tetap saja produksi hasil panen padi terus menurun. Berbeda dengan waktu dulu, jika petani sekali panen bisa menghasilkan satu ton gabah dari satu sawah 1000 m2.Hal tersebut tak terlepas dari kontekstur tanah sawah sekarang berbeda dengan tanah sawah terdahulu. Lahan sawah saat ini sudah tercampur zat kimia, seperti pupuk kimia, dan obat semprot kimia. Oleh sebab itu, jangan heran kalau sekarang banyak petani padi dan gabah kering mengeluh karena hasil panen gabah kering semakin berkurang selama beberapa tahun terakhir.

Para petani padi di Indonesia sangat jauh tertinggal dengan para petani padi di luar negeri. Contohnya Negara Jepang yang menerapkan system pertanian modern. Di sana, satu orang petani diberikan hak menggarap sawah seluas satu hektar dengan dilengkapi peralatan pertanian modern. Tidak seperti di Indonesia. Para petani padi di Negara maju sangat diperhatikan oleh pemerintahnya. Mereka diberi lahan sawah yang luas oleh pemerintah untuk digarap, diberikan pupuk gratis, dan penyuluhan pertanian  padi secara gratis sehingga kehidupan petani di sana menjadi makmur. Seharusnya, para petani padi di Indonesia juga bisa sukses bertani jika melek informasi mengenai cara pertanian padi modern. Tirulah cara merawat padi yang sukses dan baik serta benar yang dilakukan oleh para petani yang telah sukses dan berhasil.

Lalu, bagaimana caranya agar produksi panen padi menjadi dua kali lipat ? Ada teknik untuk para petani padi untuk meningkatkan hasil panen padi. Caranya yaitu dengan mendiamkan sawah selama satu musim untuk tidak ditanami pohon apapun.Kemudian pada masa kosong ini sawah diberi Dolomit dan pupuk SUPERNASA. Setelah itu dalam masa beberapa bulan, tanah di sawah akan kembali subur. Di saat masa tanam padi ini lah awal bertani padi. Dengan strategi ini, para petani bisa panen padi dua kali lipat dari sebelumnya, bahkan panen padi dapat bertambah mencapai satu ton gabah kering giling lebih. Jadi, untuk meningkatkan hasil panen sawah padi, seorang petani padi terlebih dahulu harus menyuburkan tanah di sawahnya dengan berbagai upaya, seperti melakukan teknik budidaya padi sesuai dengan petunjuk dan arahan dari tim teknis, dll.

Semoga dengan sedikit informasi ini para petani Indonesia bisa menghasilkan hasil panen yang berlipat ganda.Selamat mencoba dan semoga berhasil.

STRATEGI PENINGKATAN SERAPAN HARA

Anggaran biaya yang dialokasikan untuk  kegiatan pemupukan maupun pembelian material pupuk merupakan  anggaran yang paling besar menghabiskan anggaran operasional untuk tanaman. 60%-70 % anggaran kebun digunakan untuk kegiatan ini. Pertanyaan yang paling mendasar dan penting untuk kita jawab adalah, berapa banyak material pupuk tersebut yang tidak dapat diserap oleh tanaman, dengan kata lain hilang percuma dan tidak dapat diserap oleh tanaman akibat kondisi fisik dan kimia tanah perkebunan yang semakin buruk.

Bertambahnya dosis pemupukan setiap tahun, sesungguhnya bukan hanya dipengaruhi oleh faktor bertambahnya usia tanaman, tetapi juga disebabkan oleh terjadinya inefisiensi serapan hara oleh tanaman,dan hal ini belum dilakukan penelitian secara khusus dan belum ada data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penghematan dalam kegiatan pemupukan.

Sebagai sebuah ilustrasi,jika saja terjadi peningkatan efisiensi serapan dapat menekan penggunaan bahan material pupuk sebesar 20 % saja pertahun berarti untuk 1 estate seluas 10.000 Ha akan di peroleh penghematan sebesar  + 14 milyar pertahun (asumsi biaya pupuk 7 juta per/ha/tahun). Dengan demikian, Persepsi yang harus dikembangkan saat ini adalah penghematan biaya pupuk perlu dilakukan secara sistematis dan terorganisir dengan baik dan melibatkan seluruh level, ulai dari level karyawan pekerja, hingga level pengambil keputusan .

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai dasar-dasar ilmu kesuburan tanaman sebagai acuan dalam memahami karakteristik tanaman yang berkaitan erat dengan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman, dan dalam tulisan ini juga menguraikan faktor-faktor utama yang bersifat alami yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia maupun faktor alami yang bisa dikendalikan oleh manusia yang berhubungan erat dengan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Dalam tulisan ini juga akan membahas tentang strategi dan teknik untuk meningkatkan serapan hara oleh  tanaman.

Definisi Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses perubahan yang sangat kompleks yang dipengaruhi faktor internal maupun faktor eksternal. Secara sederhana pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai suatu proses vital  yang menyebabkan perubahan baik meliputi perubahan ukuran, bentuk, berat dan volume. Pertumbuhan tanaman setidaknya terdiri atas beberapa fase,diantaranya yaitu (1) Fase pembentukan sel, (2) Fase perpanjangan dan pembesaran sel,(3) Fase diferensial sel. Semua fase dan proses pertumbuhan tanaman dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor pertumbuhan.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Tanaman

Faktor genetis

Faktor genetis merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Sifat-sifat unggul maupun sifat sebaliknya  umumnya diturunkan dari generasi sebelumnya, namun sifat-sifat unggul akan terganggu atau tidak muncul jika ada faktor eksternal yang dominan sehingga mempengaruhi kondisi perkembangan tanaman, misalnya faktor ketersedian air atau suhu ekstrim.

Ketersediaan Air

Air merupakan syarat utama terjadinya  metabolisme pada kegiatan seluruh makhluk hidup, Ketidaktersediaan air akan direspon oleh tanaman dengan secara visual, yaitu warna daun akan menguning dan pada sebagian tanaman tahunan akan merespon dengan cara menggugurkan daun untuk bertahan hidup, proses pembentukkan daun,bunga,tunas maupun buah akan terganggu jika tanaman mengalami kekurangan air.
Ketersediaan Unsur Hara

Ketersediaan unsur hara/makanan yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Ketersediaan hara tidak hanya meliputi jumlah saja ,namun juga meliputi komposisi unsur hara yang tersedia didalam tanah maupun unsur hara yang berasal dari luar yaitu berupa pemberian pupuk hara makro maupun mikro.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari memegang peranan yang vital untuk kelangsungan fisiologis tanaman, terutama fotosintesis,respirasi dan transpirasi tanaman. Keberlangsungan fotosintesis berkorelasi positif dengan keberadaan stomata. Jika intensitas cahaya meningkat,jumlah stomatapun cenderung meningkat, tetapi peningkatan tertsebut lebih dikarenakan semakin kecilnya ukuran sel-sel epidermis sehingga jarak antar stomata menjadi lebih dekat. 

Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan merupakan senyawa-senyawa dalam jumlah yang kecil yang turut mengatur proses pertumbuhan. Umumnya hormon pertumbuhan yang dikenal saat ini adalah Hormon Auxin, Hormon Giberelin dan Hormon Sitokinin. Hormon Auxin berfungsi mematahkan dormansi biji dan merangsang proses perkecambahan biji, dan juga merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya buanga dan buah. Hormon giberelin merangsang pertumbuhan tanaman,sehingga tanaman terhindar dari kerdil, hormon giberelin juga memacu proses  perkecambahan biji, salah satu efek hormon giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase, dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radicula (akar) yang akan mendobrak endosperm,kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.

Oksigen

Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi tanaman guna menghasilkan energi untuk proses pertumbuhan tanaman.

Suhu Udara

Suhu udara merupakan faktor lingkungan yang cukup mempengaruhi fisiologis tanaman. Suhu udara akan mempengaruhi kandungan air pada tubuh tanaman. Secara umum kisaran suhu untuk dapat terjadinya proses pertumbuhan antara 40C hingga 450C dan suhu optimumnya antara 28 0C hingga 33 0C.

Starategi Meningkatkan Efisiensi Serapan Hara Tanaman

Konsisten terhadap jadwal aplikasi pemupukan, dengan tetap berdasarkan 4T, tepat dosis,tepat cara , tepat waktu, tepat Jenis.
Hasil Analisa tanah dan analisa daun, harus dijadikan acuan dan rekomendasi dalam menentukan dosis kebutuhan setiap tanaman 

Pengunaan pupuk yang berimbang harus dilakukan,  yaitu antara pemberian pupuk Makro, Mikro serta pemberian hormon juga tetap diberikan,guna memenuhi ketersedian hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pengurangan penggunaan pupuk makro (kimia) antara 25 % hingga 50% secara bertahap perlu dilakukan dan selanjutnya penggunaan pupuk organik menjadi langkah alternatif solusi dan dibeberapa hasil uji coba dilapangan menunjukan hasil yang signifikan bahwa penggunaan pupuk oraganik dan pengurangan pupuk makro dapat meningkatkan hasil produksi dan bahkan bisa mencapai potensial produksi.

Berdasarkan pertimbangan ketersediaan tenaga kerja dan ketersediaan pupuk tunggal yang  tidak selalu tersedia, maka sebaiknya penggunaan pupuk majemuk menjadi alternatif dengan diikuti penggunaan pupuk organik yang mengandung unsur hara mikro dan hormon pertumbuhan.

Penggunaan Pupuk Organik Nasa, Pupuk Supernasa Granule dengan dosis 50 Kg/Ha atau setara dengan 350 gram/pohon dan Pupuk Power Nutrition dengan dosis 3 Kg/Ha atau setara dengan 25 gram/pohon. Pemberian pupuk organik Nasa minimal diberikan 2 kali dalam setahun. Cara aplikasi yang terbaik adalah dengan dibenamkan ke tanah, dengan cara membuat minimal 4  lubang di sekitar 3-4 meter dari batang tanaman sawit, namun jika tidak memungkinkan dapat juga ditabur seperti biasa yang sering dilakukan.

Pemberian Dolomit dengan dosis 2 Kg/pohon diberikan sebaiknya 3 atau 4 pekan sebelum aplikasi pupuk anorganik maupun pupuk organik Nasa , adapun  diaplikasikan dolomit sebaiknya dilakukan  2 kali dalam setahun.

Ingin menggunakan pupuk nasa? #konsultasi_WA_TELEGRAM_085702277528

#nasa_agro_techno_2017 #hemat_biaya #pupukorganik #pupuknasa #jualpupuknasa #hargapupuknasa

HORMONIK, Hormon Organik

Ada tiga hormon yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman dalam proses pertumbuhanya, yaitu: Auksin, Giberelin dan Sitokinin. Apabila tanaman kekurangan salah satu hormon tersebut maka pertumbuhanya akan terganggu. Tanaman bisa menjadi kerdil (pertumbuhan lambat), pertumbuhan akar kurang sempurna, umbi sedikit dan kecil, bunga dan buah mudah rontok. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi produksi tanaman itu sendiri. Untuk itu keberadaan hormon sangatlah penting. Sekarang telah bayak di pasaran hormon yang umumnya bersifat anorganik/kimia. Walau dirasakan manfaatnya tapi karena sifatnya yang sintetik/kimia tentu cenderung sukar terurai oleh alam, sehingga dalam pemakaian jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman maupun lingkunganya. Untuk menjawab tantangan itu, maka PT. Natural Nusantara mengeluarkan produk Hormon yang bersifat berbahan organik, dengan nama HORMONIK. Hormon yang terkandung dalam HORMONIK adalah:

  1. Auksin,

    hormon ini dalam tumbuhan sebagai indol 3-asetat (IAA)

    yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi hormon ini untuk perbesaran dan diferesiensi sel, peningkatan respirasi tanaman, merangsang sistem RNA, protein dan enzim. Auksin sangat berperan pada pembentukan jaringan pada masa vegetatif.

  2. Giberelin,

    hormom ini mendorong pertumbuhan/pemanjangan tubuh tanaman (akar dan batang), merangsang pembungaan, menormalkan pertumbuhan tanaman kerdil. Hormon ini bekerja secara saling membantu dengan hormon lain (sinergis) seperti hormon auksin. Dapat juga memacu pertumbuhan tanaman yang terhambat karena penyakit.

  3. Sitokinin,

    fungsi hormon ini untuk pembesaran dan diferesiensi sel, menghalangi ketuaan, mengarahkan aliran asam amino dan zat makanan ke seluruh tubuh bagian tanaman dengan konsentrasi sitokinin tinggi.

Secara umum, manfaat HORMONIK bagi tanaman untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, akar, memperbanyak dan memperbear umbi, mengurangi kerontokan bunga dan buah serta memperbanyak dan memperbesar buah. Dibanding hormon kimia, HORMONIK mempunyai kisaran dosis lebih lebar, sehingga jika kelebihan tidak membahayakan tanaman, mudah terurai oleh alam dan aman bagi manusia dan lingkungan. Catatan: HORMONIK akan lebih efektif jika pemakaianya dicampur dengan POC NASA kurang lebih 1 tutup HARMONIK dan kurang lebih 4 tutup NASA per tangki.

Pupuk Organik Padat SUPERNASA

image

SUPERNASA merupakan pengembangan dari Pupuk Organik Cair NASA. Formula khusus murni bahan-bahan organik untuk pupuk dasar/penyiraman tanaman. Fungsi utama:

  1. Ditunjukan terutama untuk mengurangi penggunaan pupuk NPK (50% dari dosis rekomendasi setempat) sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik.
  2. Ditunjukan untuk memperbaiki lahan-lahan yang rusak, karena SUPERNASA memiliki kandungan Humat dan Fulvat yang berangsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yangkeras membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman seperti cacing, mikroba alami setempat, dll.
  3. Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman pangan (pad, palawija, dll), horti (sayuran, buah, bunga) dan tahunan (coklat, kelapa sawit, dll) SUPER NASA mengandung lengkap unsur hara/nutrisi makro dan mikro bagi tanaman.
  4. Kandungan Hormon/Zat Pengatur Tumbuh (auksin, Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bunga dan buah.
  5. Memacu perbanyakan senyawa polyfenol

    untuk meningkatkan daya taham tanaman terhadap serangan penyakit.

  6. Dapat melarutkan SP-36 dengan cepat.

#WA/TELEGRAM_085702277528

Natural Glio solusi jamur akar


Natural GLIO Solusi JAP (Jamur Akar Putih) Sawit , Karet , jamur BPB dan semua penyakit jamur dari bawaan tanah.

Natural GLIO telah lulus uji mutu bahan dan uji efektivitas

Natural GLIO bersertifikat resmi dari Komisi Pestisida Nasional

Natural GLIO praktis penggunaa  dan aman bagi lingkungan hidup

#naturalglio #glio #jap #jamurakarputih #sawit #karet #ptnasa #ptnaturalnusantara

#Konsultasi_085702277528

#NasaAgroTechno2017