STRATEGI PENINGKATAN SERAPAN HARA

Anggaran biaya yang dialokasikan untuk  kegiatan pemupukan maupun pembelian material pupuk merupakan  anggaran yang paling besar menghabiskan anggaran operasional untuk tanaman. 60%-70 % anggaran kebun digunakan untuk kegiatan ini. Pertanyaan yang paling mendasar dan penting untuk kita jawab adalah, berapa banyak material pupuk tersebut yang tidak dapat diserap oleh tanaman, dengan kata lain hilang percuma dan tidak dapat diserap oleh tanaman akibat kondisi fisik dan kimia tanah perkebunan yang semakin buruk.

Bertambahnya dosis pemupukan setiap tahun, sesungguhnya bukan hanya dipengaruhi oleh faktor bertambahnya usia tanaman, tetapi juga disebabkan oleh terjadinya inefisiensi serapan hara oleh tanaman,dan hal ini belum dilakukan penelitian secara khusus dan belum ada data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penghematan dalam kegiatan pemupukan.

Sebagai sebuah ilustrasi,jika saja terjadi peningkatan efisiensi serapan dapat menekan penggunaan bahan material pupuk sebesar 20 % saja pertahun berarti untuk 1 estate seluas 10.000 Ha akan di peroleh penghematan sebesar  + 14 milyar pertahun (asumsi biaya pupuk 7 juta per/ha/tahun). Dengan demikian, Persepsi yang harus dikembangkan saat ini adalah penghematan biaya pupuk perlu dilakukan secara sistematis dan terorganisir dengan baik dan melibatkan seluruh level, ulai dari level karyawan pekerja, hingga level pengambil keputusan .

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai dasar-dasar ilmu kesuburan tanaman sebagai acuan dalam memahami karakteristik tanaman yang berkaitan erat dengan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman, dan dalam tulisan ini juga menguraikan faktor-faktor utama yang bersifat alami yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia maupun faktor alami yang bisa dikendalikan oleh manusia yang berhubungan erat dengan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Dalam tulisan ini juga akan membahas tentang strategi dan teknik untuk meningkatkan serapan hara oleh  tanaman.

Definisi Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses perubahan yang sangat kompleks yang dipengaruhi faktor internal maupun faktor eksternal. Secara sederhana pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai suatu proses vital  yang menyebabkan perubahan baik meliputi perubahan ukuran, bentuk, berat dan volume. Pertumbuhan tanaman setidaknya terdiri atas beberapa fase,diantaranya yaitu (1) Fase pembentukan sel, (2) Fase perpanjangan dan pembesaran sel,(3) Fase diferensial sel. Semua fase dan proses pertumbuhan tanaman dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor pertumbuhan.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Tanaman

Faktor genetis

Faktor genetis merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Sifat-sifat unggul maupun sifat sebaliknya  umumnya diturunkan dari generasi sebelumnya, namun sifat-sifat unggul akan terganggu atau tidak muncul jika ada faktor eksternal yang dominan sehingga mempengaruhi kondisi perkembangan tanaman, misalnya faktor ketersedian air atau suhu ekstrim.

Ketersediaan Air

Air merupakan syarat utama terjadinya  metabolisme pada kegiatan seluruh makhluk hidup, Ketidaktersediaan air akan direspon oleh tanaman dengan secara visual, yaitu warna daun akan menguning dan pada sebagian tanaman tahunan akan merespon dengan cara menggugurkan daun untuk bertahan hidup, proses pembentukkan daun,bunga,tunas maupun buah akan terganggu jika tanaman mengalami kekurangan air.
Ketersediaan Unsur Hara

Ketersediaan unsur hara/makanan yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Ketersediaan hara tidak hanya meliputi jumlah saja ,namun juga meliputi komposisi unsur hara yang tersedia didalam tanah maupun unsur hara yang berasal dari luar yaitu berupa pemberian pupuk hara makro maupun mikro.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari memegang peranan yang vital untuk kelangsungan fisiologis tanaman, terutama fotosintesis,respirasi dan transpirasi tanaman. Keberlangsungan fotosintesis berkorelasi positif dengan keberadaan stomata. Jika intensitas cahaya meningkat,jumlah stomatapun cenderung meningkat, tetapi peningkatan tertsebut lebih dikarenakan semakin kecilnya ukuran sel-sel epidermis sehingga jarak antar stomata menjadi lebih dekat. 

Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan merupakan senyawa-senyawa dalam jumlah yang kecil yang turut mengatur proses pertumbuhan. Umumnya hormon pertumbuhan yang dikenal saat ini adalah Hormon Auxin, Hormon Giberelin dan Hormon Sitokinin. Hormon Auxin berfungsi mematahkan dormansi biji dan merangsang proses perkecambahan biji, dan juga merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya buanga dan buah. Hormon giberelin merangsang pertumbuhan tanaman,sehingga tanaman terhindar dari kerdil, hormon giberelin juga memacu proses  perkecambahan biji, salah satu efek hormon giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase, dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radicula (akar) yang akan mendobrak endosperm,kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.

Oksigen

Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi tanaman guna menghasilkan energi untuk proses pertumbuhan tanaman.

Suhu Udara

Suhu udara merupakan faktor lingkungan yang cukup mempengaruhi fisiologis tanaman. Suhu udara akan mempengaruhi kandungan air pada tubuh tanaman. Secara umum kisaran suhu untuk dapat terjadinya proses pertumbuhan antara 40C hingga 450C dan suhu optimumnya antara 28 0C hingga 33 0C.

Starategi Meningkatkan Efisiensi Serapan Hara Tanaman

Konsisten terhadap jadwal aplikasi pemupukan, dengan tetap berdasarkan 4T, tepat dosis,tepat cara , tepat waktu, tepat Jenis.
Hasil Analisa tanah dan analisa daun, harus dijadikan acuan dan rekomendasi dalam menentukan dosis kebutuhan setiap tanaman 

Pengunaan pupuk yang berimbang harus dilakukan,  yaitu antara pemberian pupuk Makro, Mikro serta pemberian hormon juga tetap diberikan,guna memenuhi ketersedian hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pengurangan penggunaan pupuk makro (kimia) antara 25 % hingga 50% secara bertahap perlu dilakukan dan selanjutnya penggunaan pupuk organik menjadi langkah alternatif solusi dan dibeberapa hasil uji coba dilapangan menunjukan hasil yang signifikan bahwa penggunaan pupuk oraganik dan pengurangan pupuk makro dapat meningkatkan hasil produksi dan bahkan bisa mencapai potensial produksi.

Berdasarkan pertimbangan ketersediaan tenaga kerja dan ketersediaan pupuk tunggal yang  tidak selalu tersedia, maka sebaiknya penggunaan pupuk majemuk menjadi alternatif dengan diikuti penggunaan pupuk organik yang mengandung unsur hara mikro dan hormon pertumbuhan.

Penggunaan Pupuk Organik Nasa, Pupuk Supernasa Granule dengan dosis 50 Kg/Ha atau setara dengan 350 gram/pohon dan Pupuk Power Nutrition dengan dosis 3 Kg/Ha atau setara dengan 25 gram/pohon. Pemberian pupuk organik Nasa minimal diberikan 2 kali dalam setahun. Cara aplikasi yang terbaik adalah dengan dibenamkan ke tanah, dengan cara membuat minimal 4  lubang di sekitar 3-4 meter dari batang tanaman sawit, namun jika tidak memungkinkan dapat juga ditabur seperti biasa yang sering dilakukan.

Pemberian Dolomit dengan dosis 2 Kg/pohon diberikan sebaiknya 3 atau 4 pekan sebelum aplikasi pupuk anorganik maupun pupuk organik Nasa , adapun  diaplikasikan dolomit sebaiknya dilakukan  2 kali dalam setahun.

Ingin menggunakan pupuk nasa? #konsultasi_WA_TELEGRAM_085702277528

#nasa_agro_techno_2017 #hemat_biaya #pupukorganik #pupuknasa #jualpupuknasa #hargapupuknasa

Author: mastop

bisoo rumongso, ojo mung rumongso iso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s