Penyebab berkurangnya kesuburan tanah

Pada umumnya kondisi tanah di negeri kita ini memang tidak lagi subur seperti sedia kala. Semenjak intesifikasi massal(INMAS) pada tahun 1969 lalu menjadikan petani-petani di Indonesia mengenal berbagai jenis pupuk buatan yang bersifat kimiawi. Memang pada awalnya penggunaan pupuk kimia ini dapat mendongkrak produktufitas hasil pertanian kita. Hingga Indonesia dapat meraih penghargaan dari organisasi pangan dunia di PBB (FAO) karena dapat berswasembada pangan. Dan ternyata penggunaan pipuk kimia tersebut juga mengakibatkan efek samping yang sangat dirasakan petani saat ini. Tanah-tanah menjadi keras dan produktifitasnya menurun. Penggunaan pupuk kimia memang tidak bisa dikatakan sebagai penyebab tunggal menurunya kesuburan tanah. Nah…apa saja penyebabnya, silahkan disimak ulasan berikut:

  1. Alih guna hutan menjadi tanaman semusim. Alih guna lahan dari hutan menjadi tanaman semusim mengakibatkan perubahan sistem yang terdapat didalamnya. Sehingga tanah yang sebelumnya subur karena siklus hara yang tertutup, saat penggunaan lahan menjadi pertanian intensif, unsur hara terserap yerus menerus tanpa adanya masukan BO dari sekitarnya.
  2. Pola tanam yang salah. Pola tanam yang diterapkan petani salah dengan adanya satu jenis komoditas yang ditanam setiap musimnya tanpa adanya pergilirab tanama, sehingga unsur hara yang ada ditanah diambil secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhanya.
  3. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus. Penggunaan pupuk kimia yang diterapkan petanibselama revolusi hijau menjadikan kerusakan tanah karena residu yang disebabkan bahan kimia. Tanah yang terkena bahan kimia terus menerys akan mengalami degradasi kesuburan dan mengalami ketergantungan akan bahan kimia.
  4. Terjadinya erosi. Erosi menyebabkan kesuburan tanah menurun sebab bagian topsoil yang subur tererosi. Semakin besar erosi yang terjadi, kesuburan tanah juga akan menurun drastis dan mengakibatkan longsor yang malah mengakibatkan kehilangan solum tanah.
  5. Terjadinya leaching unsur hara. Leaching atau pencucian akan mengakibatkan kehilangan unsur hara karena terbawavoleh air turun ke tanah yang paling bawah sehingga sulit diambil akar bahkan tidak dapat diambil akar tanaman.
  6. Terjadinya penguapan unsur hara. Penguapan unsur hara dapat menyebabkan kesuburan tanah menurun dikarenakan tanah tidak tertutup tanaman, sehingga sinar mataharu dapat langsung mengenai tanah.
  7. Bencana alam. Bencana alam ini yang dapat menurunkan kesuburan tanah adalah adanya tsunami, banjir dan longsor. Karena dapat mengikis tanah dan menghilangkan bagian yang subur.
  8. Bekas pertambangan yang semakin berkermbang. Penurunan kesuburan tanah terjadi didaerah pertambangan yang merusak ekosistem dan meninggalkan logam beratvyang merusak tanah sehingga sulit untuk ditanami.
  9. Limbah pabrik mencemari tanah. Pembuangan limbah-limbah pabrik dapat menurunkan kesuburan tanah karena terjadi pencemaran yang menyebabkan tanamn sulit tumbuh.
  10. Masukan BO yang rendah. Akibat dari pertanian yang intensif dan penggunaan tanaman semusim mengakibatkan pemasukan bahan organik rendah seperti seresah.
  11. Penggunaan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia untuk membunuh hama dan penyakit akan mempengaruhi kesuburan tanah juga karena residu yang ditumbuhkan. Saat pengaplikasian pestisida pasti mengenai tanah.
  12. Bahan induk sudah resisten terlapuk. Tanah yang sudah mengalami tingkat pelapukan lanjut akan cenderung ketersediaan haranya rendah. Karena masukan dari bahan induk yang telah teresisten terlapuk.
  13. Tanaman penutup tanah sangat sedikit. Penutup tanah yang sedikit atau kurang sehingga tanah terbuka menyebabkan leaching, penguapan dan erosi. Karena itu penutup tana yang kurang dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Selain itubpenutup tanah bisa juga sebagai masykan BO.
  14. Rendahnya biodiversitas (hayati) dalam tanah. Rendahnya biodiversitas dalam tanah menyebabkan kesuburan tanah menurun karena organisme/mikroorganisme merupakan faktor dan indikator kesuburan tanah. Kehidupan organisme dan mikroorganisme membuat lubang untuk menambah pori-por tanah, mempercepat pelapukan BO dan menghasilkan kotoran yang digunakan tanaman untuk kebutuhan hara.
  15. Sifat irrevesible tanah. Sifat irrevesible tanah jika telah mengalami kerusakan karena salah pengolahan mengakibatkan sifat tanah tersebut tidak dapat kembali seperti semula.


Itulah beberapa penyebab-penyebab tanah menjadi tidak subur lagi dan tidak lagi produktif. Dan ternyata dari beberapa sebab itu merupakan bentuk-bentuk kesalahan daru kita sendiri. Nah untuk menanggulangi itu sepertinya pola pikir kita mesti lebih baik lagi. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Author: mastop

bisoo rumongso, ojo mung rumongso iso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s